2 Presiden RI Yang Terlupakan, Dialah Sjafruddin Prawiranegara Dan Mr. Assaat

By | July 24, 2019

Taukah kamu, hingga saat kepemerintahan presiden Jokowi ini, Indonesia sudah memiliki 9 Presiden dalam sejarahnya. kenapa begitu? bukannya ada 7? siapakah 2 orang yang dimaksud? merekalah presiden yang terlupakan, karena memang hingga sekarang banyak yang belum tau dengan mereka berdua. 

Mungkin presiden yang anda ketahui seperti Presiden; Soekarno, Soeharto, B.J. Habibie, K.H. Abdurrahman Wahid (Gusdur), Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo.tetapi pada sejarahnya ada dua lagi presiden indonesia yang tak banyak masyarakat indonesia tau.


Merekalah 2 orang tersebut yakni Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat, keduanya terlupakan dalam sejarah kepemerintahan Indonesia, karena memang lupa atau memang faktor kesengajaan.
lalu siapakan Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat ini?
kapan masa kepresidenan mereka di Indonesia ini?

Sjafruddin Prawiranegara adalah seorang pemimpin pemerintahan darurat indonesia atau PDRI ketika Pak Soekarno dan Moh. Hatta ditangkap oleh Belanda pada awal agresi militer kedua.
Masa Kepresidenan Sjafruddin Prawiranegara dimulai pada tanggal 19 desember 1948, yakni pad saat Belanda melakukan agresi militer II, saat itu belanda berhasil menyerang dan menguasai yogyakarta yang dulunya adalah ibu kota RI, lalu menangkap Presiden Soekarno dan wapres Moh. Hatta yang kemudian mereka diasingkan ke Pulau Bangka.

Kabar penangkapan dan diasingkannya Pak Soekarno, Moh. Hatta dan para pemimpin lainnya sampai ke telinga Sjafruddin Prawiranegara dimana pada waktu itu pak Sjafruddin Prawiranegara sedang menjabat sebagai menteri kemakmuran dan sedang berada di Bukit Tinggu, Sumatera barat.

Melihat kekosongan kekuasaan ini, Sjafruddin Prawiranegara berinisiatif mengusulkan dibentuknya pemerintahan darurat untuk meneruskan pemerintah RI. Padahal, Waktu itu Soekarno-Hatta teah mengirimkan telegram yang berbunyi :

“Kami, Presiden Republik Indonesia memberitakan bahwa pada hari Minggu tanggal 19 Desember 1948 djam 6 pagi Belanda telah mulai serangannja atas Ibu Kota Jogjakarta. Djika dalam keadaan pemerintah tidak dapat mendjalankan kewajibannja lagi, kami menguasakan kepada Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI untuk membentuk Pemerintahan Darurat di Sumatra”

Namun telegram tersebut tidak sampai ke bukit tinggi tempat Sjafruddin Prawiranegara berada, ternyata pada saat yang sama Sjafruddin Prawiranegara telah mengambil inisiatif yang senada dengan apa yang disampaikan soekarno-hatta, untuk pembentukan suatu pemerintahan darurat. Gubernur Sumatra Mr. T.M. Hasan setuju dengan usul tersebut demi menyelamatkan NKRI yang sedang dalam keadaan kekosongan kekuasaan.

Lalu pada 22 desember 2848, sekitar 25 KM dari payukumbuh, PDRI Diproklamasikan, dimana Sjafruddin Prawiranegara duduk sebagai Presiden merangkap menteri pertahanan, penerangan, dan luar negeri, ad .interim.

Sjafruddin Prawiranegara menyerahkan kembali mandatnya sebagai presiden dalam keadaan darurat kepada Presiden sebenarnya yakni Soekarno pada tanggal 13 juli 1949 di Yogyakarta. dengan demikian, berakhirlah riwayat PDRI yang kurang lebih selama 8 bulan dan begitu juga riwayat keprisidenan pak Sjafruddin Prawiranegara.



Mr. Assaat adalah seorang pemimpin/presiden RI saat Indonesia masih menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS 1949). Dalam perjanjian KMB atau Konferensi Meja Bundar yang ditandatangani di Belanda, tanggal 27 Desember 1949 diputuskan bahwa belanda menyerahkan kedaulatan republik indonesia serikat (RIS) . Karena Soekarno dan Moh. Hatta telah ditetapkan menjadi Presiden dan perdana menteri RIS, maka berarti terjadilah kekosongann kepemimpinan pada Republik Indonesia.

Lalu Mr. Assaat sementara memegang mandat sebagai Presiden RI. Peran Mr. Assaat sangat penting, jikalau tak ada RI saat itu, maka terjadilah ke
kosongan dalam sejarah Indonesia bahwa RI pernah menghilang dan kemudian muncul kembali. Namun, dengan mengakui keberadaan RI dalam RIS yang hanya beberapa bulan saja, tampak bahwa sejarah RI sejak tahun 1945 tak pernah terputus hingga sekarang. kita ketahui bahwa kemudian RIS melebur menjadi NKRI pada tanggal 25 agustus 1950. itu berarti, Mr. Assaat pernah memegang mandat sebagai Presiden RI walau hanya sekitar 9 bulan.



Dengan begini, Presiden Indonesia hingga sekarang adalah berjumlah 9 orang termasuk Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat. sebagai rakyat Indonesia, ada baiknya kita mengetahui sejarah-sejarah indonesia.

Komentarkan Pendapatmu…

Sumber: Forum.detik.com