Kenali Tokoh Disampul Belakang Buku Iqro'

By | July 21, 2019

Siapa yang tak tau dengan Iqro’, setiap muslim pastinya sudah mengetahui, pada umumnya seseorang mempelajari Iqro’ ialah pada masa kecilnya, mengaji bersama teman-temannya di masjid., mushola, ataupun langgar. Iqro’ sendiri adalah sebuah metode sebelum mempelajari Al-Quran dimana dalam sebuah Iqro’ kita bisa mengenal berbagai macam huruf-huruf hijaiyah/huruf arab, sekaligus cara membacanya dengan pelafalan yang benar, hingga pada pengenalan tanda baca seperti fatha, dommah, tanwin, sukun dsb.

Iqro’ merupakan sebuah metode cepat membaca Al-Quran yang sudah sangat umum dimasyarakat Indonesia, metode iqro’ sendiri merupakan metode belajar membaca alquran yang langsung menekankan untuk mengenal huruf-huruf hija’iyah. dalam buku iqro’ terdapat tingkatan-tingkatan membaca, berawal dari iqro’ 1 yakni berisi perkenalan huruf hijaiyah, sampai kepada iqro’ 6 yang merupakan tingaktan tertingii dalam buku iqro. dari perkenalan huruf hijaiyah hingga pada pengenalan tanda baca, pelafalan huruf yang benar, dan ilmu tajwid lainnya.

Tapi taukah kamu siapakah tokoh dibalik buku Iqro’ tersebut? seorang kakek yang memakai peci berwarna hitam dengan sebuah kacamata. dialah Kyai Haji As’ad Humam, yakni sang pencetus metode Iqro’. banyak yang tau tentang ini, tentang siapakah tokoh tersebut, sampai-sampai ada anak kecil yang mengira kalau tokoh itu adalah Tuhan. memang tak dipungkiri namanya juga anak-anak.

Dilansir dari id.wikipedia, Kyai haji As’ad Humam lahir pada tahun 1933 di kota yogyakarta, hingga pada wafatnya yakni pada tahun 1996 pada saat beliau berumur 63 tahun, dengan nama asli hanya bernama As’ad dari sang ayah bernama H. Humam Siraj. pada saat beliau (KH As’ad Humam) menginjak usia remaja, ia mengalami pengapuran sendi dini dibagian tulang belakang yang mengakibatkan ia tak mampu bergerak seperti halnya orang normal.

Sebelum aktif mengajar Iqro’ beliau terlebih dahulu berprofesi sebagai pedagang, yakni pedagang perhiasan imitasi di pasar beringharjo, yogyakarta. seiring berjalannya waktu, profesi inilah yang mengantarkannya berkenalan dengan K.H. Dahlan Salim Zarkasy yang akhirnya mengajaknya aktif kedalam dunia pendidikan islam.

Beliau membantu K.H Dahlan dalam memberikan pelajaran islam kepada santri-santri dengan metode Qiroati yang dikembangkan oleh K.H Dahlan Salim Zarkasy. Berniat untuk memperbaiki metode yang dikembangkan oleh K.H Dahlan, seiring beliau memberi catatan perbaikan untuk metode tersebut. Karena K.H Dahlan sering kali menolak saran perbaikan dari beliau, akhirnya beliau mengembangkan kelompok belajar eksperimental sendiri yakni dengan menggunakan metode yang dikembangkannya dari hasil perbaikan metode K.H Dahlan dibantu oleh Tim Tadarus Angkatan Muda Masjid dan Mushalla (AMM) Yogyakarta.

Dari hasil eksperimen tersebut kemudian dimantapkanlah menjadi metode Iqro’ yang sampai sekarang ini menjadi metode paling banyak digunakan dimasarakat indonesia. metode yang dirangkum dalam 6 jilid, dari jilid 1 hingga jilid 6.  demikian populernya metode iqro’ ini hingga sampai digunakan juga oleh masyarakat malaysia.

Sekian untuk artikel kali ini, silahkan share jika bermanfaat dan silahkan berkomentar jika ada yang kurang dipahami.